Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms Word 10/07



Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms Word 10/07

                Sebelumnya, karena kami memakai Ms Office 2010, maka kami akan jelaskan berdasarkan versi tersebut. Kalau ada yang memakai Ms Office 2007 boleh saja karena hampir sama. Kalau ada yang memakai Ms Office 2003 maka tetap ada fasillitasnya akan tetapi letaknya saja yang berbeda dan tentu tidak sama tampilannya.
Langsung saja Langkah pertama, kita buka lembar kerja atau makalah kita yang akan kita beri daftar isi.

Bimbingan dan Konseling


A.    Pengertian Bimbingan dan Konseling
  1. Pengertian bimbingan.
Berdasarkan pasal 27 peraturan pemerintah nomor 29/90,”bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kedalam siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungannya dan merencanakan masa depan”. (depdikbud,1994).
Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri, serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara objektif lingkungan, baik lingkungan social maupun lingkungan lingkungan fisik, dan menerima sebagai berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula.
Bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, hingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan bertindak secara wajar, keluarga, dan masyarakat dan kehidupan pada umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk social. (rochman natawidjaja, 1987:31)

ILMU JARHI WAT-TA‘DIL dll

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.    Latar Belakang
Allah telah memberikan kepada umat Nabi Muhammad Saw, para pendahulu selalu menjaga Aquran dan h}adith Nabi. Mereka adalah orang-orang jujur, amanah, dan memegang janji sebagian diantara mereka mencurahkan perhatiannya terhadap Alquran dan ilmunya yaitu para mufassirin. Manusia dalam hidupnya membutuhkan berbagai macam pengetahuan. H{adith adalah pedoman umat Islam nomor dua setelah al-Qur’an yang tak boleh dilupakan, karena memang kedudukannya yang sentral sebagai pedoman untuk digunakan sebagai hujjah maupun dalil hukum dalam melaksanakan ibadah agar sesuai jalur syariatnya.
Sehubungan dengan itu perlu kita mengetahui dahulu tentang ilmu-ilmu yang berhubungan dengan H{adith, seperti  Ilmu Jarh}i Wa At-Ta’dil, Ghori>b, Asba>b Al-Wuru>d, dan Tawa>rikh Al-Mutu>n Al-H{adith, dan lainnya. Di dalam makalah ini akan dibahas ilmu-ilmu tersebut

TARIKH ISLAM

ABU BAKAR as - SIDDIQ .
(572-22 Jumadil Akhirah, 13/23 Agustus 634 M)
Kekholifahan dan Perjalanan Hidupnya

    Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Kuhafah at-Tamimi sedangkan nama kecilnya adalah Abdul Ka’bah kemudian oleh beliau Nabi  diberi nama Abdullah dan diberi nama gelar Abu Bakar karena beliau merupakan orang yang pertama memeluk agama islam (as-sabiqun al-awwalun), sedang gelar as-Siddiq beliau dapatkan karena selalu menjadi orang pertama yang membenarkan Nabi  dalam berbagai masalah terutama peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
    Nasab beliau dari jalur Ayah yaitu Usman yang bergelar Abi Kuhafah bin Amir bin Amr bin Sa’d bin Taim bin Murra bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Talib bin Fihr bin Nadr bin Malik. Sedang dari jalur Ibu yakni Ummu Khair Salma binti sakhr bin Amir bin Amr bin Sa’d bin Taim bin Murra. Kedua orang tua beliau bertemu nasab pada Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murra yang berarti Ibunya adalah anak perempuan paman ayahnya yakni Abi Kuhafah, beliau berasal dari suku Taim yang banyak melahirkan tokoh-tokoh terhormat.
    Beliau dilahirkan dua tahun beberapa bulah setelah Nabi Muhammad  dilahirkan, sejak kecil beliau terkenal sebagai seorang anak yang baik, sabar, jujur, dan lemah lembut. Sifat-sifat beliau yang mulia membuat beliau disenangi masyarakat, sejak remaja beliau menjadi sahabat Nabi  sebelum terutusnya beliau Nabi . setelah dewasa beliau bekerja sebagai pedagang yang terkenal dengan kedermawanannya, selain itu beliau juga terkenal mahir dalam ilmu nasab yaitu pengetahuan tentang silsilah keturunan. Beliau mahir tentang berbagai nasab kabilah dan suku-suku orang Arab juga mengetahui tinggi dan rendahnya derajat mereka terutama suku-suku Arab Quraisy.
    Abu Bakar  dan Nabi  menjalin persahabatan yang sangat erat karena saudara seagama dan juga sebagai mertua dari Nabi  . setelah masuk Islam Beliau menumpahkan segala perhatian untuk mengembangkan Islam juga sebagai sahabat yang paling banyak mendermakan harta bendanya untuk kepentingan dakwah Islam. Sebagai seorang bangsawan Arab beliau disegani oleh masyarakat, oleh karena itu ketika beliau memeluk Islam banyak orang Quraisy yang tertarik untuk memeluknya, diantaranya Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan Zubair bin Awwam. Banyak sekali peristiwa yang menunjukkan bahwa Beliau sangat sayang pada Nabi , diantaranya adalah setiap kali orang-orang Quraisy mengganggu baginda Nabi beliau akan tampil untuk membelanya, seperti ketika baginda Nabi  melakukan shalat di Masjidil Haram tiba-tiba Uqbah bin al-Mu’it datang dan mencekik baginda Nabi  yang sedang sujud, ketika itu baginda Nabi  dalam keadaan bahaya sekiranya beliau Abu Bakar  tidak menolongnya. Beliau juga setia bersama-sama baginda Nabi  hijrah ke Madinah dalam perjalanan yang penuh rintangan

AKHLAK SEBAGAI ASAS KEBAHAGIAAN INDIVIDU DAN MASYARAKAT


-->
BAB I
PENDAHULUAN



1.1.Latar Belakang
Akhlak menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia, baik dalam posisinya sebagai individu, anggota masyarakat maupun sebagai bangsa. Penguatan akhlak dinilai strategis untuk mengatasi problem moral ditengah kompleksitas kehidupan bermasyarakat. Selain itu akhlak dapat menjadi barometer keshalehan seseorang di hadapan Ilahi dan sesama, karenanya seseorang yang berakhlak akan mendapatkan sebutan dari masyarakat sebagai orang shaleh.
Pembinaan akhlak dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diperkuat oleh berbagai regulasi kependidikan berupa undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, dan aturan lainnya. Dalam konteks ini, setiap institusi pendidikan harus mampu melakukan pembinaan terhadap akhlak peserta didiknya. Pembinaan akhlak melalui institusi pendidikan memiliki esensi bagi terwujudnya kepribadian peserta didik sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pembinaan akhlak yang dimaksud, yakni pembentukan karakter dan perilaku terpuji peserta didik yang termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari yang bersumber dari syara’

Pondok Tercinta

JALAN DEPAN RAUDLATUL ULUM KENCONG