Bahtsul masa`il 2


-->

-->
Mushohih
Perumus
Moderator
1.   KH. Romadlon Ibrohim
2.   K. Badrun Musthofa
3.   KH. Afandi Habib
4.   KH. Asyrofi Abi Yusa’

1.     KH. Abi Musa Asy’ari
2.     K. Hafidh Ghozali
3.     K. Shobirin
4.     K. Ali Wafa Rozikin
5.     Agus Ma’adzalloh
6.     K.  Ahmad Mahin
7.     K. Ali Amari Sya’roni

Ust. Ahmad Musthofa
Notulen
Ust. Yusuf Subhanalloh
Ust. Yusuf Asnawi
Ust. Ahmad Musthofa


1.      Deskripsi masalah
Hari raya idul fitri dan adha adalah hari kemenangan seluruh umat islam, sehingga pada hari-hari tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang berbagai macam kebutuhan rumah tangga, tak terkecuali pedagang kembang api yang dagangannya laris manis. Meski kembang api yang dijualnya bisa membahayakan dan bahkan sering menimbulkan bahaya kebakaran.
(PP. Miftahul Ulum Jombangan)

Pertanyaan :
  1. Bagaimanakah hukumnya kembang api (Jual Beli) padahal percikan kembang api tersebut bisa menimbulkan kebakaran?

Bahtsul Masa`i



-->

جلسة الأولى
MUSHOHIH
PERUMUS
MODERATOR / NOTULEN
1.    KH. Abi Musa al-Asy’ary
2.   K. Najmuddin Jamha
3.   Agus Ma’adzalloh
4.   K. Shobirin
1.            Ustadz Ahmad Makhin
2.            Ustadz Ali Amari Sya’roni
3.            Ustadz Munirul Hafidz
4.            Ustadz fakhruddin rozi
5.            Ustadz Dhuhri

Sdri. Mariyatul Qibtiyah
Sdri. Nasihatul Masruroh
redaktur
Ust. Indix Mukhtar
Ust. Ahmad Musthofa
Pita Naik: MEMUTUSKAN



1. Di infus, Sholatnya ?
  Deskripsi:
Banyak kita jumpai pasien-pasien di rumah sakit, rata-rata mereka diinfus bahkan diperban ketika dirawat. Tentunya dalam keadaan demikian, sulit bagi mereka untuk melakukan thoharoh guna melakukan sholat. Padahal bagaimanapun keadaannya, seseorang itu masih tetap wajib melaksanakan sholat. Selagi ia masih beraqal.  Namun dengan kondisi seperti itu, banyak dari  mereka justru tidak sholat, dan ketika ditanya mengapa tidak sholat, dengan  entengnya mereka menjawab; “sholatnya kan bisa diqodlo’ kalau sudah sembuh !”. Ironisnya lagi, banyak dari mereka adalah kalangan santri. Lagi pula dalam satu ibarot, dijelaskan:
)ويقتل( اي) المسلم( المكلف الطاهر حدا بضرب عنوقه) ا ن اخرجها( اي المكتوبة , عامدا) عن وقت جمع( لها, ان كان كسلا مع اعتقاد وجوبها )ان لم يتب (بعد الا ستتابة[1]
Bahwa, bagi muslim yang dengan sengaja meninggalkan sholat hingga mengeluarkannya  sampai waktu menjama’, maka ia halal dibunuh.
Pertanyaan:
a.      Benar atau tidakkah pernyataan yang diucapkan si maridl ? …..

Pondok Tercinta

JALAN DEPAN RAUDLATUL ULUM KENCONG